BANTAENG — Kerajinan lokal khas Kabupaten Bantaeng kini bersiap membidik pasar yang lebih luas di kancah nasional. Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bantaeng dalam pameran kriya dan wastra berskala nasional yang digelar di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Jumat (10/7/2026). Eksibisi bergengsi ini menjadi agenda utama dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas yang dipadukan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.
Momentum Emas Perluas Akses Pasar UMKM
Kehadiran produk-produk unggulan Bantaeng dikawal langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri. Kegiatan akbar ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas Pusat, Selvi Ananda Gibran, dan menempatkan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah.
Gunya Paramasukhaputri menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan ruang taktis untuk membuka jalur perdagangan baru bagi produk lokal.
”Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat memperluas komunikasi, sinergitas, dan mari terus berinovasi untuk kemajuan dan pengembangan produk-produk Dekranasda,” tutur Gunya.
Beliau menambahkan bahwa momentum nasional ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas akses pasar produk kriya dan wastra lokal, sehingga mampu mendongkrak kesejahteraan para pelaku UMKM di Kabupaten Bantaeng.
Sinergi Kreativitas di Era Digital
Menjadi bagian dari rangkaian acara yang berlangsung pada 9 hingga 12 Juli 2026, pameran ini menampilkan ekosistem kerajinan terlengkap dari seluruh penjuru Indonesia. Ketua Panitia Harian HUT Dekranas, Sukarniaty Kondolele, menyebutkan pihak panitia telah menyiapkan sebanyak 204 stan pameran yang diisi oleh Dekranas Pusat, Dekranasda Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga UMKM binaan dari seluruh Indonesia.
Selain memamerkan produk fisik, delegasi Bantaeng dan peserta lainnya juga disuguhkan berbagai program penguatan kapasitas yang relevan dengan perkembangan zaman, di antaranya:
- Lokakarya Digital: Kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital RI mengusung tema “Kreasi Kriya Keluarga Tunas, Merajut Kehangatan di Era Digital”.
- Pentas Seni Budaya: Ruang ekspresi warisan tradisi Nusantara.
- Bincang Inspiratif: Forum edukasi bersama para pakar dan pelaku industri kreatif sukses.
Melalui keikutsertaan ini, Dekranasda Bantaeng optimistis produk kriya dan wastra daerah tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan ekosistem digital demi keberlanjutan ekonomi kreatif di Bantaeng.


















