Breaking News
NEWS  

Adopsi Praktik Baik, Pemkot Makassar dan Bengkulu Kolaborasi Pecahkan Tantangan Pelayanan Publik

MAKASSAR — Kolaborasi strategis lintas pulau resmi dijajaki demi melahirkan birokrasi yang lebih responsif dan berdampak langsung pada masyarakat. Langkah nyata ini tercermin saat Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima kunjungan kerja dan diskusi kelembagaan dari Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny Pebriyanto L. Tobing, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Makassar, Rabu (8/7/2026).

Pertemuan ini mempertegas komitmen Pemkot Makassar dalam memperluas jejaring kemitraan guna mempercepat adopsi inovasi pelayanan publik di tingkat daerah.

Membangun Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif

​Pertemuan antardaerah ini bukan sekadar kunjungan formalitas biasa. Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa komunikasi intensif dan kerja sama antardaerah memegang peran yang sangat strategis dalam memicu lahirnya terobosan baru yang berorientasi pada kemudahan urusan masyarakat.

​”Silaturahmi ini menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi praktik baik (best practices), serta membangun kolaborasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di masing-masing daerah,” ungkap Aliyah.

​Sebagai salah satu kota pusat pertumbuhan di Indonesia Timur, Makassar di bawah kepemimpinan yang ada terus membuka diri untuk menjadi wadah tukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan pemerintah daerah lain dari seluruh Indonesia.

​Prinsip Utama: Fleksibilitas dan keterbukaan antar-pemimpin daerah adalah kunci utama untuk menghadirkan sistem birokrasi yang adaptif terhadap kebutuhan publik masa kini.

Makassar Jadi Titik Referensi Terobosan Daerah

​Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny Pebriyanto L. Tobing, mengungkapkan alasan di balik dipilihnya Kota Makassar sebagai tujuan diskusi kelembagaan. Menurutnya, Makassar telah sukses menerapkan berbagai inovasi pembangunan yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.

​Tiga fokus utama dalam diskusi kelembagaan ini meliputi:

  • ​Studi Tiru Inovasi: Mempelajari skema terobosan pelayanan publik Makassar untuk diadaptasi di Bengkulu.
  • ​Peningkatan Kapasitas: Menjajaki metode penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) agar lebih responsif.
  • ​Pembangunan Berkelanjutan: Menyelaraskan program pembangunan perkotaan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

​”Makassar dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak terobosan dalam pembangunan dan pelayanan publik, sehingga menjadi referensi penting bagi kami dalam mengembangkan program serupa,” jelas Ronny.

Komitmen Berkelanjutan Pasca-Pertemuan

​Sebagai tindak lanjut, pertemuan ini diharapkan menjadi gerbang pembuka untuk kerja sama formal yang lebih luas di berbagai sektor pelayanan. Pemkot Makassar kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun jejaring kerja sama dengan berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai akselerator penting sebagai bagian dari upaya mempercepat kemajuan daerah, memperkuat inovasi pemerintahan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *