Breaking News
NEWS  

BPOM-PKK Bersinergi, Taruna Ikrar Dorong Pengawasan Obat dan Kosmetik hingga Rumah Tangga

MAKASSAR – Komitmen memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi keluarga diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., dengan Ketua Umum Tim Penggerak PKK (TP PKK), Tri Suswati Tito Karnavian, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 TP PKK di Hotel Claro Makassar, Sabtu (11/7/2026).

Penandatanganan kerja sama strategis tersebut disaksikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Hj. Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta dihadiri para gubernur, bupati, wali kota, Ketua TP PKK provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia. Momentum ini menjadi simbol kuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem pengawasan obat, kosmetik (skincare), dan pangan yang aman, sekaligus mempercepat pengembangan UMKM agar mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar BPOM dan berdaya saing.

Dalam kegiatan tersebut, Taruna Ikrar didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM RI dr. Elfi Ikrar, Sekretaris Utama BPOM Irjen Pol. Jayadi, Staf Khusus Pakar Ahli Kepala BPOM RI dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med., serta para pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat eselon BPOM lainnya. Kehadiran jajaran pimpinan BPOM menegaskan komitmen institusi dalam memperluas kolaborasi dengan TP PKK guna meningkatkan perlindungan masyarakat dan memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga.

Taruna Ikrar menegaskan bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam membangun kesehatan bangsa. Oleh karena itu, TP PKK yang memiliki jaringan hingga tingkat desa merupakan mitra strategis BPOM dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional, pemilihan kosmetik yang legal dan aman, serta konsumsi pangan yang memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi.

“BPOM tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan. Bersama TP PKK, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh obat, kosmetik, dan pangan yang aman, bermutu, dan berkhasiat. Pada saat yang sama, kami ingin mendorong UMKM Indonesia naik kelas melalui pendampingan, pemenuhan standar keamanan, percepatan perizinan, serta peningkatan daya saing agar mampu menembus pasar nasional maupun internasional,” ujar Taruna Ikrar.

Menurut Taruna, jutaan kader TP PKK merupakan kekuatan sosial yang sangat besar dalam membangun budaya sadar keamanan obat dan makanan. Melalui edukasi yang dimulai dari keluarga, masyarakat akan semakin cerdas memilih produk yang aman, sementara pelaku UMKM didorong untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar BPOM sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ketua Umum TP PKK Tri Suswati Tito Karnavian menyatakan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan misi TP PKK dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia. Melalui kerja sama dengan BPOM, kader PKK akan memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar, pemilihan skincare yang legal, konsumsi pangan yang aman dan bergizi, sekaligus mendampingi pelaku UMKM agar memenuhi standar mutu dan memperoleh legalitas produk.

Ruang lingkup kerja sama meliputi edukasi keamanan obat, kosmetik, dan pangan, peningkatan kapasitas kader TP PKK, pendampingan UMKM dalam memenuhi standar keamanan, mutu, dan legalitas produk, fasilitasi registrasi serta perizinan BPOM, promosi pangan aman, hingga pengembangan sistem pengawasan partisipatif berbasis masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia.

Menutup rangkaian penandatanganan kerja sama tersebut, Taruna Ikrar menegaskan bahwa kolaborasi BPOM dan TP PKK merupakan implementasi nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan perempuan dan keluarga, serta mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

“Kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman, tetapi merupakan gerakan nasional untuk melindungi masyarakat sekaligus membangun daya saing bangsa. BPOM bersama TP PKK siap mengawal lahirnya produk-produk UMKM yang aman, bermutu, berkhasiat, memenuhi standar regulasi, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Inilah kontribusi nyata BPOM dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Taruna Ikrar.

Melalui sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, TP PKK, dunia usaha, dan masyarakat, BPOM optimistis pengawasan obat, kosmetik, dan pangan akan semakin kuat, perlindungan konsumen semakin optimal, serta semakin banyak UMKM Indonesia yang naik kelas dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *