Di atas kertas, skuad asuhan Didier Deschamps memiliki kualitas untuk melaju hingga partai puncak. Namun, permainan kolektif Spanyol mampu meredam kekuatan Prancis dan membuat sejumlah pemain kunci gagal menunjukkan performa terbaiknya.

Berikut evaluasi penampilan para pemain utama Prancis sepanjang Piala Dunia 2026 hingga laga semifinal.

1. Kylian Mbappé Belum Mampu Jadi Pembeda

Sebagai kapten sekaligus andalan lini depan, Kylian Mbappé memikul ekspektasi besar. Kecepatan dan kemampuan individunya tetap menjadi ancaman bagi lawan, tetapi pada laga semifinal ia kesulitan menembus pertahanan disiplin Spanyol.

Mbappé beberapa kali menciptakan peluang, namun gagal mengubahnya menjadi gol yang mampu membalikkan keadaan. Pergerakannya juga berhasil dibatasi sehingga pengaruhnya tidak sebesar yang diharapkan.

2. Ousmane Dembélé Kehilangan Efektivitas

Dembélé dikenal sebagai pemain sayap dengan kemampuan menggiring bola dan melewati lawan. Namun, sepanjang fase gugur kontribusinya tidak terlalu menonjol.

Beberapa kali ia mampu membuka ruang di sisi lapangan, tetapi umpan maupun penyelesaian akhirnya belum cukup efektif untuk membantu Prancis mencetak gol.

3. Adrien Rabiot Kalah Dominan di Lini Tengah

Rabiot diharapkan menjadi penyeimbang permainan Prancis. Pengalamannya dibutuhkan untuk mengontrol tempo pertandingan.

Namun, lini tengah Spanyol yang dihuni Rodri, Pedri, dan Alex Baena lebih mampu menguasai bola. Akibatnya, Rabiot dan rekan-rekannya lebih banyak berada di bawah tekanan.

4. Aurélien Tchouaméni Sulit Memutus Aliran Bola

Sebagai gelandang bertahan, Tchouaméni memiliki tugas menghentikan serangan lawan sebelum memasuki area berbahaya.

Menghadapi permainan cepat Spanyol, tugas tersebut tidak mudah. Pergerakan antarlini lawan membuat Prancis kesulitan merebut kembali penguasaan bola dalam banyak situasi.

5. Ibrahima Konaté Berjuang di Lini Belakang

Konaté tetap menunjukkan kualitasnya sebagai bek tangguh dalam duel udara maupun duel fisik.

Meski begitu, tekanan yang terus diberikan lini serang Spanyol membuat pertahanan Prancis bekerja keras sepanjang pertandingan. Koordinasi lini belakang beberapa kali mendapat ujian dari pergerakan cepat para penyerang lawan.

6. Mike Maignan Tak Mampu Menyelamatkan Prancis

Penjaga gawang AC Milan tersebut melakukan sejumlah penyelamatan penting selama turnamen.

Namun, Maignan tidak mampu mencegah Prancis tersingkir. Gol-gol yang bersarang ke gawangnya lahir dari peluang berkualitas yang sulit diantisipasi.

Mengapa Prancis Gagal ke Final?

Kegagalan Prancis tidak hanya disebabkan performa individu. Ada beberapa faktor yang menjadi pembeda dalam semifinal:

  • Spanyol lebih dominan dalam penguasaan bola.
  • Lini tengah Spanyol mampu mengontrol ritme pertandingan.
  • Transisi menyerang Spanyol berjalan lebih cepat.
  • Prancis kurang efektif memanfaatkan peluang yang didapat.
  • Organisasi permainan Spanyol lebih rapi hingga peluit akhir.

Meski gagal melaju ke final, kualitas skuad Prancis tetap menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya. Dengan mayoritas pemain masih berada pada usia produktif, Les Bleus diperkirakan tetap menjadi salah satu kandidat kuat dalam persaingan sepak bola dunia pada tahun-tahun mendatang.