Breaking News

BRI Siap Bersinergi dengan Dinas Sosial Sulsel Dorong Pemberdayaan Masyarakat Prasejahtera

KABARBAIK.NEWS, —  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan, khususnya bagi kelompok prasejahtera.

Komitmen tersebut disampaikan Head Ecosystems 1 RO Makassar BRI, Vikri Hadari Banjar, saat bersilaturahmi dengan Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik Faisal, di Kantor Dinas Sosial Sulsel, Kamis (8/1/2026).

Vikri menjelaskan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BRI memiliki tanggung jawab sosial untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pada tahap awal, kami melakukan kunjungan ke sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sulsel, termasuk Dinas Sosial, untuk mendengarkan langsung program-program yang akan dijalankan pada tahun 2026,” ujar Vikri.

Hasil koordinasi tersebut, lanjutnya, akan menjadi dasar bagi BRI dalam menentukan bentuk dukungan yang tepat sasaran, baik melalui pelatihan keterampilan, bantuan permodalan, maupun pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Validitas data menjadi kunci agar program berjalan efektif. Data masyarakat prasejahtera berada di dinas terkait, sehingga kolaborasi ini sangat penting,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sulsel Abdul Malik Faisal menyambut baik inisiatif kerja sama yang ditawarkan BRI. Ia menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri.

“Sasaran utama kami adalah masyarakat prasejahtera yang membutuhkan stimulus agar mampu keluar dari persoalan ekonomi. Kolaborasi lintas sektor akan memperkuat dampak program,” kata Malik.

Ia menjelaskan, Dinas Sosial Sulsel saat ini mengelola Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memuat data by name by address hingga tingkat desa dan kelurahan. Data tersebut diperbarui secara berkala melalui musyawarah kelurahan dan menjadi dasar penyaluran bantuan sosial serta program pemberdayaan ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Sulsel berada pada angka 7,65 persen, masih di bawah rata-rata nasional. Namun secara mikro, masih terdapat masyarakat yang memerlukan intervensi program secara berkelanjutan.

Malik menambahkan, kolaborasi dengan BRI memiliki potensi besar dalam mendorong graduasi masyarakat keluar dari kemiskinan melalui penguatan UMKM.

“Mulai dari pelatihan, akses permodalan, hingga perluasan pasar. Termasuk bagi penyandang disabilitas, kami terbuka untuk kerja sama dalam pengembangan keterampilan, manajemen usaha, dan pembiayaan,” jelasnya.

Melalui sinergi ini, BRI dan Dinas Sosial Sulsel diharapkan mampu membangun ekosistem pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *